Training for Trainer for Nurse-Program Pelatihan Dasar Sertifikasi BNSP : (9-11 Juni 2021,Surabaya )(15-17Juni 2021,Jakarta)(21-23 Juni 2021,Surabaya)( 28-30 Juni 2021,Jakarta)

PENGANTAR TRAINING

Peningkatan kemampuan perawat dan pengembangan ilmu pengetahuan tentang keperawatan dan kedokteran menjadi perhatian serius pihak manajemen RS, terlebih mendekati MEA. Dalam pelaksanaan kegiatan asuhan keperawatan di RS membutuhkan sumber daya perawat yang terampil yang tersebar di seluruh unit kerja. Salah satu komponen terpenting dalam penerapan asuhan keperawatan di RS adalah adanya instruktur yang berkualitas dan tersebar diseluruh unit kerja.

Kebutuhan terhadap Pelatihan instruktur keperawatan masih belum diimbangi dengan ketersediaan jumlah tenaga pelatih yang mencukupi, mumpuni dan mampu memahami serta menyampaikan atau memfasilitasi materi sesuai kurikulum dan modul pelatihan yang telah ditetapkan. sehingga untuk mengakomodir kebutuhan ini maka perlu dilakukan suatu Pelatihan untuk Pelatih (Traning of Trainer / TOT) untuk perawat sebagai Fasilitator asuhan keperawatan di RS.

Sehubungan dengan hal tersebut, kami berupaya membantu untuk meningkatkan kompetensi perawat melalui serangkaian program pelatihan khususnya pelatihan untuk instruktur keperawatan.

TUJUAN TRAINING

Setelah mengikuti pelatihan  ini peserta mampu :

  • Memahami kosep TOT for Nurse
  • Menjadi seorang Trainer Internal pada Lingkup pekerjaannya

PESERTA TRAINING

Team perawat rumah sakit, manajer perawat RS, kepala perawat RS, calon pembimbing klinik keperawatan, dan semua pihak yang terkait dalam pengolahan dan pengembangan SDM di Rumah Sakit.

MATERI TRAINING

  • Membantu pemenuhan undang-undang Nurse yang berlaku di Indonesia
  • Membuat dan menyusun bahan pembelajaran
  • Mengelola dan merancang program pelatihan dan peralatan pelatihan
  • Praktek prosentasi yang baik

METODE TRAINING

Pelatihan dikemas dengan baik sehingga diharapkan peserta pelatihan bisa mengikuti pelatihan dengan tetap fokus dan bersemangat, metode yang digunakan antara lain penjelasan ceramah, teori, workshop, pembahasan studi kasus, permainan, video.

DURASI

Pelatihan dilaksanakan selama 21 jam efektif (3 hari kerja) + 2 hari Uji sertifikasi ( Pre assessment dan Asessment)

NARASUMBER

Consultant & Team PT. Ganesha Inti Persada  dan Tim Penguji dari LSP yang mempunyai lisensi BNSP

ADMINISTRASI

Rp. 8.000.000,00/peserta ( pembayaran 1 minggu sebelum pelatihan)

Rp. 8.250.000,00/peserta ( pembayaran On site)

Rp. 8.500.000,00/peserta ( pembayaran 1 minggu setelah pelatihan)

Biaya tersebut diatas tidak termasuk biaya penginapan

INFORMASI DAN PROMO

0811-996-1224 (WA)

021-22830080

CONTACT PERSON

0811-996-1224 (WA)

0812-9679-1324 ( WA).

FASILITAS

Sertifkat BNSP, Sertifikat PT. Ganesha Inti Persada, Modul, Training Kit, Lunch, Coffee Break

JADWAL TRAINING TAHUN 2021 :

Juni

  • 9-11 Juni 2021,Surabaya
  • 15-17Juni 2021,Jakarta
  • 21-23 Juni 2021,Surabaya
  • 28-30 Juni 2021,Jakarta

Juli

  • 5-7 Juli 2021,Surabaya
  • 13-15 Juli 2021,Jakarta
  • 21-23 Juli 2021,Surabaya
  • 28-30 Juli 2021,Jakarta

Agustus

  • 2-4 Agustus 2021,Surabaya
  • 11-13 Agustus 2021,Jakarta
  • 18-20 Agustus 2021,Surabaya
  • 25-27 Agustus 2021, Jakarta

September

  • 8-10 September 2021,Surabaya
  • 14-16 September 2021,Jakarta
  • 21-23 September 2021,Surabaya
  • 28-30 September 2021,Jakarta

Oktober

  • 4-6 Oktober 2021,Surabaya
  • 12-14 Oktober 2021,Jakarta
  • 20-22 Oktober 2021,Surabaya
  • 27-29 Oktober 2021,Jakarta

November

  • 1-3 November 2021,Surabaya
  • 10-12 November 2021,Jakarta
  • 16-18 November 2021,Surabaya
  • 23-25 November 2021,Jakarta

Desember

  • 8-10 Desember 2021,Surabaya
  • 15-17 Desember 2021,Jakarta
  • 22-24 Desember 2021,Surabaya
  • 29-31 Desember2021,Jakarta

Bekerjasama dengan LSP yang mendapatkan lisensi dari BNSP

Training Fisioterapi :(7-8 Juni 2021,Jakarta)( 14-15 Juni 2021,Yogyakarta)(14-15 Juni 2021,Yogyakarta)( 23-24 Juni 2021,Bandung)

PENGANTAR
Training Fisioterapi merupakan pelayanan kesehatan yang ditujukan untuk individu atau kelompok dalam upaya mengembangkan, memelihara, dan memulihkan gerak dan fungsi sepanjang daur kehidupan dengan menggunakan modalitas fisik, agen fisik, mekanis, gerak, dan komunikasi. Fisioterapi dapat melatih pasien dengan olahraga khusus, penguluran dan bermacam – macam teknik dan menggunakan beberapa alat khusus untuk mengatasi masalah yang dihadapi pasien yang tidak dapat diatasi dengan latihan–latihan fisioterapi.
Fisioterapi sebagai salah satu profesi kesehatan dituntut untuk melaksanakan tugas dan fungsinya secara profesional, efektif dan efisien. Hal ini disebabkan oleh karena pasien/klien fisioterapi secara penuh mempercayakan problematik atau permasalahan gangguan gerak dan fungsi yang dialaminya untuk mendapatkan pelayanan fisioterapi yang bermutu dan bertanggung jawab. Fisioterapi sebagai profesi mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk menetapkan hal – hal yang berkaitan dengan lingkup kegiatan profesi fisioterapi

MATERI TRAINING FISIOTERAPI
1. Fisioterapi Pediatrik
2. Fisioterapi Muskuloskeletal
3. Fisioterapi Neuromuskular
4. Fisioterapi Geriatri

PESERTA TRAINING
• Kepala Bagian/Bidang Fisioterapi, staf ahli bidang Fisioterapi

TRAINER
Tim Konsultan PT. GANESHA INTI PERSADA

DURASI TRAINING
2 hari (efektif 14 jam)

INVESTASI

Rp. 4.000.000,00/peserta (Untuk pembayaran  1 minggu sebelum tanggal pelaksanaan training)

Rp. 4.250.000,00/peserta (Untuk pembayaran  dibayarkan pada saat pelatihan/onsite)

Rp. 4.500.000,00/peserta (Untuk pembayaran  1 minggu setelah tanggal pelaksanaan training)

FASILITAS
Sertifkat, Modul, Training Kit, Lunch, Coffee Break, diselenggarakan di hotel berbintang

INFORMASI DAN PROMO

021-22830080

0811-996-1224 (WA)

METODE TRAINING
Metode interaktif, presentasi, diskusi, studi kasus

CONTACT PERSON

0812-9679-1224

0812-9679-1324 (WA)

JADWAL TRAINING TAHUN 2021 :

Juni

  • 7-8 Juni 2021,Jakarta
  • 14-15 Juni 2021,Yogyakarta
  • 23-24 Juni 2021,Bandung
  • 29-30 Juni 2021,Bali

Juli

  • 5-6 Juli 2021,Yogyakarta
  • 12-13 Juli 2021,Bandung
  • 21-22 Juli 2021,Lombok
  • 28-29 Juli 2021,Jakarta

Agustus

  • 4-5 Agustus 2021,Semarang
  • 11-12 Agustus 2021,Yogyakarta
  • 23-24 Agustus 2021,Bandung
  • 30-31 Agustus 2021, Jakarta

September

  • 6-7 September 2021,Bandung
  • 14-15 September 2021,Yogyakarta
  • 20-21 September 2021,Malang
  • 29-30 September 2021,Jakarta

Oktober

  • 7-8 Oktober 2021,Surabaya
  • 16-17 Oktober 2021,Yogyakarta
  • 23-24 Oktober 2021,Bandung
  • 29-30 Oktober 2021,Jakarta

November

  • 3-4 November 2021,Yogyakarta
  • 10-11 November 2021,Jakarta
  • 17-18 November 2021,Bali
  • 24-25 November 2021,Bandung

Desember

  • 6-7 Desember 2021,Yogyakarta
  • 13-14 Desember 2021,Lombok
  • 20-21 Desember 2021,Bandung
  • 27-28 Desember2021,Jakarta

Training Manajemen Penggunaan Darah Rumah Sakit : (2-3 Juni 2021,Jakarta )(9-10 Juni 2021,Yogyakarta )(17-18 Juni 2021,Bandung)( 24-25 Juni 2021,Bogor)

PENGANTAR TRAINING

Pelayanan darah merupakan salah satu bagian dari keseluruhan sistem pelayanan kesehatan khususnya di Rumah Sakit. Ketersediaan darah yang aman, terjangkau, mudah diakses dan rasional sudah menjadi tuntutan yang perlu diwujudkan.

Pada Surat Keputusan Menkes No. 423 Tahun 2007 tentang  Kebijakan Peningkatan Kualitas dan akses Pelayanan Darah, salah satu poinnya disebutkan bahwa seluruh rumah sakit harus memiliki Bank Darah Rumah Sakit (BDRS) sebagai penunjang pelayanan darah dengan sistem distribusi tertutup. Kebijakan ini didukung dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 2011 tentang Pelayanan Darah dan Permenkes 91 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Transfusi Darah. Pada pelatihan ini akan membahas tentang manajemen secara keseluruhan dari bagaimana mendirikan BDRS, manajemen harian, troubleshooting, penggunaan klinis darah sampai perannya dalam akreditasi rumah sakit.

TUJUAN

  • Memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada peserta yang terlibat perihal pentingnya penanganan dan pengolahan transfusi darah yang benar sesuai dengan standar persyaratan yang berlaku
  • Memberikan pengetahuan kepada peserta untuk bisa menjalankan proses transfusi darah yang benar sesuai dengan standar PMI dan WHO
  • Membantu para praktisi rumah sakit untuk menambah skill dan pengetahuannya terkait dengan manajemen dan tata cara proses transfusi darah yang benar sesuai dengan standar persyaratan yang telah dikeluarkan oleh PMI dan WHO

Materi

  • Panduan umum dan penjelasan teknis “Clinical use of Blood” yang dikeluarkan oleh organisasi kesehatan dunia WHO
  • Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 2011 tentang Pelayanan Darah
  • Permenkes 91 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Transfusi Darah
  • Panduan umum serta persyaratan dan prosedur Usaha Transfusi Darah (UTD) PMI di Indonesia
  • Pengelolaan Bank Darah Rumah Sakit (BDRS)
  • Penanganan, manajemen harian, troubleshooting, dan penggunaan klinis darah
  • Manajemen pengelolaan transfusi darah
  • Peran manajemen penggunaan darah dalam akreditasi rumah sakit

METODE TRAINING
Metode interaktif, presentasi, diskusi, studi kasus

PESERTA

Peserta yang wajib ikut dalam pelatihan ini adalah Dokter di Bank Darah, Dokter Spesialis, Dokter IGD, Dokter di Kamar Bedah, Dokter di Ruangan, Kepala Instalasi Laboratorium, Analis di Laboratorium, Ka. Perawat dan Senior Perawat, Ka. Bangsal dan semua pihak yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan dan manajemen transfusi darah dirumah sakit.

TRAINER
Tim Konsultan PT GANESHA INTI PERSADA

DURASI TRAINIING
2 hari (efektif 14 jam)

INVESTASI TRAINING

  • 4.250.000 /peserta
  • Rp. 4.000.000,-/peserta (Pendaftaran minimal 3 orang/lebih dan pelunasan pembayaran 1 (satu) minggu sebelum pelaksanaan training)
  • Gratis orang ke 5 untuk pendaftaran 4 orang dari satu rumah sakit

FASILITAS
Sertifkat, Modul, Training Kit, Lunch, Coffee Break, diselenggarakan di hotel berbintang

INFORMASI DAN PROMO

021-22830080

0811-996-1224 (WA)

CONTACT PERSON

0811-996-1224 (WA)

0812-9679-1324 (WA)

JADWAL TRAINING TAHUN 2021 :

Juni

  • 2-3 Juni 2021,Jakarta
  • 9-10 Juni 2021,Yogyakarta
  • 17-18 Juni 2021,Bandung
  • 24-25 Juni 2021,Bogor

July

  • 1-2 Juli 2021,Bandung
  • 8-9 Juli 2021,Jakarta
  • 14-15 Juli 2021,Bogor
  • 22-23 Juli 2021,Yogyakarta

Agustus

  • 2-3 Agustus 2021,Bogor
  • 11-12 Agustus 2021,Bandung
  • 18-19 Agustus 2021,Yogyakarta
  • 24-25 Agustus 2021, Jakarta

September

  • 1-2 September 2021,Bandung
  • 8-9 September 2021,Yogyakarta
  • 14-15 September 2021,Jakarta
  • 20-21 September 2021,Bogor

Oktober

  • 4-5 Oktober 2021,Yogyakarta
  • 13-14 Oktober 2021,Jakarta
  • 20-21 Oktober 2021,Bandung
  • 27-28 Oktober 2021,Bogor

November

  • 1-2 November 2021,Yogyakarta
  • 8-9 November 2021,Jakarta
  • 15-16 November 2021,Bandung
  • 22-23 November 2021,Bogor

Desember

  • 1-2 Desember 2021,Jakarta
  • 8-9 Desember 2021,Bandung
  • 14-15 Desember 2021,Bogor
  • 21-22 Desember2021,Yogyakarta

 

Training Manajemen Diklat Rumah Sakit : (24-25 Mei 2021,Jakarta)(2-3 Juni 2021,Jakarta)(9-10 Juni 2021,Yogyakarta )(17-18 Juni 2021,Bandung)

PENGANTAR TRAINING MANAJEMEN DIKLAT RUMAH SAKIT

Dalam pengelolaan suatu organisasi, pendidikan pelatihan (Diklat) merupakan suatu upaya strategis manajemen yang bertujuan untuk mengembangan SDM dalam rangka meningkatkan kinerja suatu organisasi. Hampir setiap organisasi yang besar memiliki unit Diklat, namun tidak semua unit Diklat dapat menyelenggarakan Diklat secara baik.

Diklat yang baik adalah Diklat yang dilaksanakan dengan mengikuti kaidah – kaidah penyelenggaan Diklat. Karena hanya dengan penyelenggaraan yang baik, pengembangan SDM dapat diwujudkan.

Rumah Sakit dalam memberikan pelayanannya tentunya staff rumah sakit secara berkala memperoleh pelatihan dari  bagian diklat rumah sakit. Adapun tugas dan fungsi bagian diklat rumah sakit selain meningkatkan kapasitas sumber daya manusia rumah sakit juga mampu menjalin kerjasama dalam penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Dalam penyelenggaraan diklat tentunya disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan di lapangan. Oleh karena itu diperlukan pengetahuan dan keterampilan dalam merencanakan sampai dengan evaluasi program pendidikan dan latihan bagi SDM di rumah sakit agar mampu memberikan pelayanan yang prima kepada pasien dan keluarga .

TUJUAN TRAINING MANAJEMEN DIKLAT RUMAH SAKIT

Setelah mengikuti pelatihan, diharapkan peserta mampu menyusun program Diklat bagi staff Rumah Sakit sesuai dengan kebutuhan internal Rumah Sakit dan menyelenggarakan Diklat sesuai dengan kaidah – kaidah Diklat di unit kerjanya masing-masing.

MATERI TRAINING MANAJEMEN DIKLAT RUMAH SAKIT

  • Filosofi pelatihan
  • Siklus diklat
  • Pengkajian kebutuhan pelatihan (TNA)
  • Perumusan Tujuan pelatihan
  • Rancangan Diklat
  • Penyusunan Kurikulum dan GBPP
  • Penyelenggaraan Pelatihan (Training Delivery)
  • Master of Training
  • Metode Pembelajaran
  • Akreditasi Pelatihan
  • Evaluasi Pelatihan
  • Pengendalian Mutu Pelatihan

TRAINER

Tim Konsultan PT Ganesha Inti Persada

DURASI TRAINING

2 hari (efektif 14 jam)

INVESTASI TRAINING

Rp. 4.000.000,00/peserta (Untuk pembayaran  1 minggu sebelum tanggal pelaksanaan training)

Rp. 4.250.000,00/peserta (Untuk pembayaran  dibayarkan pada saat pelatihan/onsite)

Rp. 4.500.000,00/peserta (Untuk pembayaran  1 minggu setelah tanggal pelaksanaan training)

FASILITAS

Sertifkat, Modul, Training Kit, Lunch, Coffee Break, diselenggarakan di hotel berbintang

INFORMASI DAN PROMO

021-22830080

0811-996-1224 (WA)

CONTACT PERSON

0811-996-1224 (WA)

0812-9679-1324 (WA)

METODE TRAINING

Ceramah, Tanya Jawab & Latihan

PESERTA TRAINING

Penanggung jawab unit diklat di suatu organisasi, Staf diklat, dan seluruh pihak yang terlibat dalam pengembangan SDM di bagian DIKLAT di rumah sakit.

JADWAL TRAINING TAHUN 2021 :

Mei

  • 24-25 Mei 2021,Jakarta

Juni

  • 2-3 Juni 2021,Jakarta
  • 9-10 Juni 2021,Yogyakarta
  • 17-18 Juni 2021,Bandung
  • 24-25 Juni 2021,Bogor

July

  • 1-2 Juli 2021,Bandung
  • 8-9 Juli 2021,Jakarta
  • 14-15 Juli 2021,Bogor
  • 22-23 Juli 2021,Yogyakarta

Agustus

  • 2-3 Agustus 2021,Bogor
  • 11-12 Agustus 2021,Bandung
  • 18-19 Agustus 2021,Yogyakarta
  • 24-25 Agustus 2021, Jakarta

September

  • 1-2 September 2021,Bandung
  • 8-9 September 2021,Yogyakarta
  • 14-15 September 2021,Jakarta
  • 20-21 September 2021,Bogor

Oktober

  • 4-5 Oktober 2021,Yogyakarta
  • 13-14 Oktober 2021,Jakarta
  • 20-21 Oktober 2021,Bandung
  • 27-28 Oktober 2021,Bogor

November

  • 1-2 November 2021,Yogyakarta
  • 8-9 November 2021,Jakarta
  • 15-16 November 2021,Bandung
  • 22-23 November 2021,Bogor

Desember

  • 1-2 Desember 2021,Jakarta
  • 8-9 Desember 2021,Bandung
  • 14-15 Desember 2021,Bogor
  • 21-22 Desember2021,Yogyakarta

Training Manajemen Komunikasi Dan Informasi (MKI) Sesuai Standar Akreditasi Rumah Sakit : (24-25 Mei 2021,Yogyakarta)(8-9 Juni 2021,Yogyakata )(15-16 Juni 2021,Bogor )(21-22 Juni 2021,Bandung )(28-29 Juni 2021,Jakarta)

PENDAHULUAN

Memberikan asuhan pasien adalah suatu upaya yang komplek dan sangat tergantung pada komunikasi dari informasi. Komunikasi tersebut adalah kepada dan dengan komunitas, pasien dan keluarganya, serta dengan professional kesehatan lainnya. Kegagalan dalam berkomunikasi merupakan salah satu akar masalah yang paling sering menyebabkan insiden keselamatan pasien.

Walaupun komputerisasi dan teknologi lainnya meningkatkan efisiensi, prinsip manajemen informasi yang baik tetap berlaku untuk semua metode, baik berbasis kertas maupun elektronik. Standar-standar ini dirancang menjadi kompatibel dengan sistem non komputerisasi dan teknologi masa depan.

TUJUAN TRAINING

  • Peserta dapat mengidentifikasi kebutuhan Informasi
  • Peserta dapat merancang suatu sistem manajemen informasi
  • Peserta dapat mendefinisikan dan mendapatkan data dan informasi
  • Peserta dapat menganalisis data dan mengolahnya menjadi informasi
  • Peserta dapat mentranmisi serta melaporkan data dan informasi
  • Peserta dapat mengintrgrasi dan menggunakan informasi

MATERI

  • Komunikasi dengan masyarakat / komunitas
  • Komunikasi dengan pasien dan keluarga
  • Komunikasi atar pemberi pelayanan/praktirsi didalam dan diluar rumah sakit
  • Kepemimpinan dan perencanaan
  • Rekam medis pasien
  • Kumpulan data dan informasi

METODE TRAINING
Metode interaktif, presentasi, diskusi, studi kasus

PESERTA

Team Akreditasi Rumah Sakit, Perwakilan Manajemen, Dept Sumber Daya Rumah Sakit dan semua pihak yang terlibat secara langsung ataupun tidak dalam pengelolahan dan manajerial Instalasi Rumah Sakit

TRAINER
Tim Konsultan PT GANESHA INTI PERSADA

DURASI TRAINIING
2 hari (efektif 14 jam)

INVESTASI TRAINING

  • 4.250.000 /peserta
  • Rp. 4.000.000,-/peserta (Pendaftaran minimal 3 orang/lebih dan pelunasan pembayaran 1 (satu) minggu sebelum pelaksanaan training)
  • Gratis orang ke 5 untuk pendaftaran 4 orang dari satu rumah sakit

FASILITAS
Sertifkat, Modul, Training Kit, Lunch, Coffee Break, diselenggarakan di hotel berbintang

INFORMASI DAN PROMO

021-22830080

0811-996-1224 (WA)

CONTACT PERSON

0811-996-1224 (WA)

0812-9679-1324 (WA)

JADWAL TRAINING TAHUN 2021 :

Mei

  • 24-25 Mei 2021,Yogyakarta

Juni

  • 8-9 Juni 2021,Yogyakata
  • 15-16 Juni 2021,Bogor
  • 21-22 Juni 2021,Bandung
  • 28-29 Juni 2021,Jakarta

Juli

  • 7-8 Juli 2021,Yogyakarta
  • 14-15 Juli 2021,Jakarta
  • 22-23 Juli 2021,Bogor
  • 29-30 Juli 2021,Bandung

Agustus

  • 5-6 Agustus 2021,Yogyakata
  • 12-13 Agustus 2021,Bogor
  • 19-20 Agustus 2021,Bandung
  • 26-27 Agustus 2021, Jakarta

September

  • 7-8 September 2021,Yogyakarta
  • 15-16 September 2021,Jakarta
  • 21-22 September 2021,Bogor
  • 28-29 September 2021,Bandung

Oktober

  • 8-9 Oktober 2021,Jakarta
  • 16-17 Oktober 2021,Yogyakarta
  • 21-22 Oktober 2021,Bandung
  • 28-29 Oktober 2021,Bogor

November

  • 4-5 November 2021,Yogyakarta
  • 11-12 November 2021,Jakarta
  • 18-19 November 2021,Bandung
  • 25-26 November 2021,Bogor

Desember

  • 7-8 Desember 2021,Jakarta
  • 14-15 Desember 2021,Bogor
  • 21-22 Desember 2021,Yogyakarta
  • 28-29 Desember2021,Bandung

Training Komunikasi Terapeutik Perawat dan Bidan : ( 20-21 April 2021,Yogyakarta)(29-30 April 2021,Bogor)(4-5 Mei 2021,Jakarta )(24-25 Mei 2021,Yogyakarta)

PENGANTAR TRAINING

Perawat sebagai komponen penting dalam proses keperawatan dan orang yang paling terdekat dengan pasien harus mampu berkomunikasi secara verbal maupun nonverbal dalam membantu kesembuhan pasien. Seorang perawat yang profesional akan selalu berusaha untuk berperilaku terapeutikyang berarti bahwa setiap interaksi yang dilakukan, memberikan dampak kesembuhan yang memungkinkan pasien untuk memberi kepuasan pelayanan yang diberikan oleh seorang perawat.

Perawat harus mampu meningkatkan kemampuan dan pengetahuannya dari pengalaman yang diperoleh dari dinamika komunikasi, penghayatan terhadap kelebihan kekurangan diri, serta kepekaan terhadap kebutuhan orang lain. Perubahan konsep perawatan dari perawatan orang sakit secara individual kepada perawatan paripurna untuk mencapai kepuasan pasien menyebabkan peran komunikasi menjadi lebih penting dalam memberikan asuhan keperawat

Komunikasi terapeutik adalah komunikasi yang direncanakan secara sadar, bertujuan dan kegiatannya dipusatkan untuk kesembuhan pasien (Indrawati, 2003 48). Komunikasi terapeutik termasuk komunikasi interpersonal dengan titik tolak saling memberikan pengertian antar perawat dengan pasien. Persoalan mendasar dan komunikasi in adalah adanya saling membutuhan antara perawat dan pasien, sehingga dapat dikategorikan ke dalam komunikasi pribadi di antara perawat dan pasien, perawat membantu dan pasien menerima bantuan (Indrawati, 2003 : 48). Manfaat komunikasi terapeutik adalah untuk mendorong dan menganjurkan kerja sama antara perawat dan pasien melalui hubungan perawat dan pasien. Mengidentifikasi, mengungkap perasaan dan mengkaji masalah dan mengevaluasi tindakan yang dilakukan oleh perawat. Memberikan pengertian tingkah laku pasien dan membantu pasien mengatasi masalah yang dihadapi. Mencegah tindakan yang negatif terhadap pertahanan diri pasien.

Tidak hanya komunikasi verbal saja, kemampuan komunikasi non verbal juga harus dikuasai oleh perawat. Adapun komunikasi dalam keperawatan disebut dengan komunikasi terapeutik yang merupakan kemampuan atau keterampilan perawat untuk membantu klien beradaptasi terhadap stres, mengatasi gangguan psikologis dan belajar bagaimana berhubungan dengan orang lain (Northouse, 1998). Oleh karena itu, untuk lebih meningkatkan keterampilan dan sikap kerja perawat dalam berkomunikasi terapeutik PT. Ganesha Inti Persada telah menyediakan Pelatihan Komunikasi Terapeutik Perawat dan Bidan selama 2 hari dengan harapan dapat membantu memenuhi pelayanan di Rumah Sakit yang ada di Indonesia

TUJUAN TRAINING

  1. Memberikan penjelasan tentang hubungan terapeutik perawat dengan klien
  2. Memberikan penjelasan tentang tujuan hubungan terapeutik
  3. Memberikan penjelasan tentang teknik komunikasi terapeutik
  4. Memberikan penjelasan tentang  tahapan hubungan terapeutik dan tugas perawat
  5. Memberikan penjelasan tentang penggunaan komunikasi terapeutik pada berbagai tingkat usia dengan berbagai kondisi
  6. Memberikan penjelasan tentang penerapan komunikasi terapeutik dalam pelayanan kesehatan
  7. Memberikan penjelasan tentang issu komunikasi terapeutik dalam pelayanan kesehatan
  8. Memberikan penjelasan tentang bagaimana memilih komunikasi dalam konteks sosial dan keanekaragaman budaya serta keyakinan
  9. Memberikan penjelasan tentang bagaimana membangun konsep komunikasi matra (laut, udara, dan darat).

MATERI TRAINING

  • Pengantar:
    • Peran Komunikasi Perawat Dengan Pasien
    • Penggunaan Komunikasi Terapeutik Kepada Pasien
  • Prinsip-prinsip Komunikasi Terapeutik
  • Teknik Komunikasi Terapeutik
  • Simulasi dan praktik berkomunikasi

PESERTA

Direktur keperawatan, Kepala bidang keperawatan/Manager Keperawatan, Calon bidang keperawatan, Komite keperawatan

METODE

Presentasi, Diskusi, Studi kasus, dan Evaluasi

TRAINER
Tim Konsultan PT. GANESHA INTI PERSADA

DURASI TRAINING
2 hari (efektif 14 jam)

INVESTASI
Rp. 4.250.000,00/peserta (tidak termasuk biaya Akomodasi)

FASILITAS
Sertifkat, Modul, Training Kit, Lunch, Coffee Break, diselenggarakan di hotel berbintang

INFORMASI DAN PROMO
021-22830080

0811-996-1224 (WA)

METODE TRAINING
Metode interaktif, presentasi, diskusi, studi kasus

CONTACT PERSON

0812-9679-1324 (WA)

0812-9679-1224 (WA)

JADWAL TRAINING TAHUN 2021 :

April

  • 20-21 April 2021,Yogyakarta
  • 29-30 April 2021,Semarang

Mei

  • 4-5 Mei 2021,Jakarta
  • 24-25 Mei 2021,Yogyakarta

Juni

  • 9-10 Juni 2021,Yogyakata
  • 16-17 Juni 2021,Jakarta
  • 23-24 Juni 2021,Bandung
  • 29-30 Juni 2021,Bali

Juli

  • 8-9 Juli 2021,Bandung
  • 15-16 Juli 2021,Yogyakarta
  • 21-22 Juli 2021, Lombok
  • 28-29 Juli 2021,Jakarta

Agustus

  • 11-12 Agustus 2021,Malang
  • 18-19 Agustus 2021,Yogyakarta
  • 24-25 Agustus 2021,Jakarta
  • 30-31 Agustus 2021,Bandung

September

  • 8-9 September 2021,Jakarta
  • 14-15 September 2021,Yogyakarta
  • 23-24 September 2021,Bandung
  • 29-30 September 2021,Semalang

Oktober

  • 9-10 Oktober 2021,Jakarta
  • 16-17 Oktober 2021,Yogyakarta
  • 22-23 Oktober 2021,Surabaya
  • 29-30 Oktober 2021,Bandung

November

  • 8-9 November 2021,Yogyakarta
  • 16-17 November 2021,Jakarta
  • 23-24 November 2021,Bandung
  • 29-30 November 2021,Lombok

Desember

  • 8-9 Desember 2021,Jakarta
  • 15-16 Desember 2021,Bali
  • 22-23 Desember 2021,Yogyakarta
  • 29-30 Desember2021,Bandung

 

Training Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit : ( 22-23 April 2021,Yogyakarta)(4-5 Mei 2021,Jakarta )(24-25 Mei 2021,Yogyakarta)(2-3 Juni 2021,Jakarta)

PENGANTAR TRAINING SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT

Rumah saki sebagai salah satu organisasi pelayanan dalam esehatan telah memiliki otonomi dan bersifat swadana, sehingga pihak ruma sakit dituntut untuk memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya dengan manajemen yang seefektif mungkin. Dengan adanya tuntutan swadana maka rumah sakit harus bekerja keras agar dapat  memenuhi  kebutuhan pembiayaan operasional rumah sakit.

Sistem informasi Manajemen Rumah sakit sebagai suatu system dalam rumah sakit yang dapat diandalkan oleh manajemen untuk memberikan inputan dan keluaran dari siklus manajemen diantaranya perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan pengendalian.

TUJUAN TRAINING SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT

Meningaktkan Produktivitas Rumah Sakit

Meningkatkan Pelayanan terhadap Pasien

Meningkatkan Inovasi dan kreatifitas

Re-Organisasi dan Re-Engineering

MATERI TRAINING SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT

Billing System

Registrasi Pasien/Loket

Pelayanan Rawat Jalan

Pelayanan Rawat Inap

UGD

IRD

Kamar Operasi

Persalinan

Paviliun

Rawat Intensive (ICU/NICU/PICU)

Intalasi Hemodelisa

Medical Check up

Sistem Farmasi

Pengendalian stok

Gudang Obat

Floor Stock

Produksi Obat

Multi Apotek

Sistem Penunjang Medis

Laboratorium

Radiologi

Bank Darah

Fisiotherapi

Rekap Medis

Kamar Jenazah

Manajemen Dapur

Gizi

Rekam Medik

Inventori

Hutang-Piutang

Kas-Bank

Budgeting- Akutansi

Human Resource

Personalia

Payroll

Training/RSU Pendidikan

Sistem Manajemen

Pelayanan

Farmasi

Keuangan

Asset

Pemasaran dan Publikasi (PR)

PESERTA

Direktur Rumah Sakit, FA Department, HRD , Diklat Rumah Sakit, Kepala Rumah Sakit dan departemen lainnya yang terkait

TRAINER
PT. ganesha Inti Persada Consultant & Team

DURASI TRAINING
2 hari (efektif 14 jam)

INVESTASI TRAINING

Rp. 4.000.000,00/peserta (Untuk pembayaran  1 minggu sebelum tanggal pelaksanaan training)

Rp. 4.250.000,00/peserta (Untuk pembayaran  dibayarkan pada saat pelatihan/onsite)

Rp. 4.500.000,00/peserta (Untuk pembayaran  1 minggu setelah tanggal pelaksanaan training)

FASILITAS
Sertifkat, Modul + soft copy, Training Kit, Lunch, Coffee Break,Jaket dan diselenggarakan di hotel berbintang

INFORMASI DAN PROMO
0811-996-1224 (WA)

021-22830080

CONTACT PERSON

081296791224 (SMS Center)

0812-96791324 (WA)

METODE TRAINING
Ceramah, Diskusi, Latihan, Studi kasus

JADWAL TRAINING TAHUN 2021 :

April

  • 22-23 April 2021,Yogyakarta

Mei

  • 4-5 Mei 2021,Jakarta
  • 24-25 Mei 2021,Yogyakarta

Juni

  • 2-3 Juni 2021,Jakarta
  • 9-10 Juni 2021,Yogyakarta
  • 17-18 Juni 2021,Bandung
  • 24-25 Juni 2021,Lombok

July

  • 1-2 Juli 2021,Bandung
  • 8-9 Juli 2021,Jakarta
  • 14-15 Juli 2021,Bali
  • 22-23 Juli 2021,Yogyakarta

Agustus

  • 2-3 Agustus 2021,Malang
  • 11-12 Agustus 2021,Bandung
  • 18-19 Agustus 2021,Yogyakarta
  • 24-25 Agustus 2021, Jakarta

September

  • 1-2 September 2021,Bandung
  • 8-9 September 2021,Yogyakarta
  • 14-15 September 2021,Jakarta
  • 20-21 September 2021,Semarang

Oktober

  • 4-5 Oktober 2021,Yogyakarta
  • 13-14 Oktober 2021,Surabaya
  • 20-21 Oktober 2021,Bandung
  • 27-28 Oktober 2021,Jakarta

November

  • 1-2 November 2021,Bandung
  • 8-9 November 2021,Jakarta
  • 15-16 November 2021,Yogyakarta
  • 22-23 November 2021,Bali

Desember

  • 1-2 Desember 2021,Jakarta
  • 8-9 Desember 2021,Bandung
  • 14-15 Desember 2021,lombok
  • 21-22 Desember2021,Yogyakarta

Training Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) : (22-23 April 2021,Yogyakarta)(4-5 Mei 2021,Jakarta)( 24-25 Mei 2021,Yogyakarta)(10-11 Juni 2021,Yogyakata)

PENDAHULUAN

Promosi Kesehatan Rumah Sakit Berbasis Akreditasi Rumah Sakit merupakan hal yang penting dalam meningkatkan kesehatan masyarakat melalui peningkatan kemampuan SDM dalam menjalankan program Promosi Kesehatan Rumah Sakit.

Promosi Kesehatan Rumah Sakit adalah upaya memberdayakan individu, kelompok dan masyarakat untuk memelihara, meningkatkan dan memahami kesehatan melalui pengetahuan, kemauan dan kemampuan, serta mengembangkan suasana yang mendukung, yang dilakukan dari, oleh, dan untuk masyarakat, sesuai dengan social budaya dan kondisi setempat (Depkes RI, 1999).

PKRS dimulai sejak pasien masuk Rumah Sakit atau sejak ia berinteraksi dengan tenaga kesehatan, pengalaman pertama pasien tersebut sangat mempengaruhi kesuksesan Program Penyuluhan Kesehatan Rumah Sakit. Penyuluhan kesehatan di Rumah Sakit berusaha menggugah kesadaran dan minat pasien serta keluarganya untuk berperan serta secara positif dalam usaha penyembuhan dan pencegahan penyakit. Karena itu, penyuluhan kesehatan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari program pelayanan Rumah Sakit.
PKRS di beberapa Rumah Sakit memang sudah dilaksanakan sejak lama, namun dalam pelaksanaannya tidak sistematik dan tidak terorganisir secara terarah melainkan hanya berdasarkan minat dan kesempatan yang dimiliki oleh beberapa petugas tertentu saja. Berbagai reaksi baik pro maupun kontra muncul terhadap penyuluhan kesehatan Rumah Sakit antara lain kegiatan pelayanan demikian padat sehingga tidak ada waktu, tidak ada biaya. Namun pendapat positif menyatakan bahwa upaya PKRS dapat berkembang di Rumah Sakit asal ada pengertian dan kemauan pengelola dan penyelenggaranya.

TUJUAN PELATIHAN

Maksud dan tujuan dari Pelatihan Promosi Kesehatan Rumah Sakit ini adalah untuk membantu rumah sakit dalam menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat melalui perubahan pengetahuan, sikap dan perilaku pasien RS serta keuarganya termasuk bagaimana memelihara lingkungan RS serta bagaimana memanfaatkan semua fasilitas/pelayanan yang disediakan RS.

MATERI

  • Standar promosi kesehatan Rumah Sakit
  • Strategi penyuluhan kesehatan
  • Peran pimpinan/direktur rumah sakit
  • Kajian kebutuhan masyarakat rumah sakit
  • Pemberdayaan masayarakat
  • Kebijakan RS dalam Pelaksanaan Promosi Kesehatan di RS
  • Metode dan Teknik Penyuluhan dalam PKRS
  • Pastoral Care
  • Penyakit tidak menular (PTM)
  • Pengelolaan PKRS
  • Kemitraan dalam PKRS
  • Perencanaan Media

METODE TRAINING

Ceramah, Diskusi & Latihan

TRAINER

Tim Konsultan PT. Ganesha Inti Persada

PESERTA TRAINING

  • Direktur/Pimpinan RS
  • Managers dan supervisors
  • Dokter
  • Perawat dan Petugas medis lainnya.
  • Human resources managers
  • Indvidu yang bertanggung jawab dalam Promosi Kesehatan di Rumah Sakit.

DURASI TRAINING

2 hari (efektif 14 jam)

INVESTASI TRAINING

Rp. 5.250.000,00/peserta untuk area Medan, Surabaya dan Bali (tidak termasuk biaya

penginapan)

Rp. 4.250.000,00/peserta  (tidak termasuk biaya penginapan)

FASILITAS

Sertifkat, Modul, Training Kit, Lunch, Coffee Break, diselenggarakan di hotel berbintang

INFORMASI DAN PROMO

0811-996-1224 (WA)

021-22830080

CONTACT PERSON

0812-9679-1324  (WA)

JADWAL TRAINING TAHUN 2021 :

April

  • 28-29 April 2021,Semarang

Mei

  • 4-5 Mei 2021,Jakarta
  • 24-25 Mei 2021,Yogyakarta

Juni

  • 10-11 Juni 2021,Yogyakata
  • 15-16 Juni 2021,Jakarta
  • 23-24 Juni 2021,Bandung
  • 29-30 Juni 2021,Surabaya

Juli

  • 1-2 Juli 2021,Bandung
  • 12-13 Juli 2021,Yogyakarta
  • 22-23 Juli 2021,Bogor
  • 29-30 Juli 2021,Jakarta

Agustus

  • 12-13 Agustus 2021,Yogyakarta
  • 19-20 Agustus 2021,Bali
  • 25-26 Agustus 2021,Jakarta
  • 30-31 Agustus 2021,Bandung

September

  • 9-10 September 2021,Jakarta
  • 14-15 September 2021,Yogyakarta
  • 20-21 September 2021,Bandung
  • 27-28 September 2021, Lombok

Oktober

  • 9-10 Oktober 2021,Jakarta
  • 16-17 Oktober 2021,Yogyakarta
  • 22-23 Oktober 2021,Surabaya
  • 29-30 Oktober 2021,Bandung

November

  • 9-10 November 2021,Malang
  • 17-18 November 2021,Jakarta
  • 24-25 November 2021,Bandung
  • 29-30 November 2021,Yogyakarta

Desember

  • 9-10 Desember 2021,Bandung
  • 16-17 Desember 2021,Semarang
  • 20-21 Desember 2021,Yogyakarta
  • 28-29 Desember2021,Jakarta

Training Clinical Pathway : (22-23 April 2021,Yogyakarta)(4-5 Mei 2021,Jakart )(24-25 Mei 2021,Yogyakarta)(2-3 Juni 2021,Jakarta)

Latar Belakang Training Clinical Pathway

Berdasarkan Undang-undang praktek kedokteran No 29 tahun 2004 mengamanatkan kepada pemberi pelayanan kedokteran untuk melaksanakan pelayanan medis dengan kendali mutu serta kendali biaya. Untuk mencapai pelayanan yang bermutu diperlukan penataan klinis (clinical governance) yang menjamin pasien mendapatkan pelayanan yang bersifat kontinum (continum of care), dimana sejak pasien masuk ke rumah sakit semua yang akan diterima pasien sudah direncanakan secara baik, dilakukan sesuai prosedur dan dimonitor pelaksanaannya, dengan harapan outcome pelayanan akan menjadi baik dan terukur.

Pengendalian biaya pelayanan juga hanya dapat dijalankan bila semua proses pelayanan dapat distandarisasi serta direncanakan secara menyeluruh dan detail sejak awal. Gabungan dua hal, kendali mutu dan kendali biaya dikenal dengan clinical efectivenes yang merupakan pilar dari cilinical governance, yang apabila dipadukan dengan pelayanan berfokus pada pasien (patient centered care) serta dilakukan secara bersinambung maka akan menjadi alur klinik terpadu (integrated clinical pathway) dimana akan menjadi kunci untuk masuk ke sisitim pembiayaan yang disebut sebagai DRG-Casemix (di indonesia saat ini dikenal dengan InaCBG).

Integrated clinical pathway (ICP/alur klinik terpadu) adalah suatu konsep perencanaan pelayanan terpadu yang merangkum setiap langkah yang diberikan kepada pasien berdasarkan standar pelayanan medis dan standar asuhan keperawatan yang berbasis bukti dengan hasil yang terukur dan dalam jangka waktu tertentu selama pasien berada di rumah sakit. Implementasi ICP sangat erat hubungan dan keterkaitannya dengan upaya kendali mutu dan kendali biaya, dalam rangka menjaga dan meningkatkan mutu pelayanan, dengan biaya yang dapat diestimasikan dan terjangkau.

Rumah Sakit yang baik adalah rumah sakit yang memberikan pelayanan melalui penyelenggaraan pelayanan secara paripurna pada unit unit gawat darurat, rawat jalan, rawat inap, ruang tindakan dan ruang perawatan khusus. Penyelenggaraan pelayanan dilaksanakan oleh berbagai kelompok profesi . Para profesional utama yang memberikan asuhan kepada pasien di rumah sakit adalah staf medis baik dokter maupun dokter spesialis, staf klinis keperawatan (perawat dan bidan), nutrisionis dan farmasis yang rutin dan pasti selalu berkontak dengan pasien, akan tetapi tidak kalah pentingnya profesional lain yang berfungsi melakukan asuhan penunjang berupa analis laboratorium, penata rontgen, fisioterapis.

Peraturan Menteri Kesehatan No 1438 tahun 2010 telah mengatur standar pelayanan yang harus dijadikan acuan dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan di Indonesia dalam bentuk PNPK (Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran) untuk tingkat nasional dan PPK (Panduan Praktik Klinis) untuk tingkat Rumah sakit.

Semua profesional tersebut dalam memberikan asuhan klinisnya haruslah mengacu pada standar pelayanan profesi mereka masing masing, yang di tingkat rumah sakit dibuat dalam bentuk Panduan Praktik Klinis (PPK). Sehingga akan didapati beberapa PPK di rumah sakit sebagai acuan setiap profesi (ada PPK Medis, PPK Keperawatan, PPK Farmasi, PPK Nutrisionis dan mungkin PPK lainnya).

Berdasarkan PPK masing masing profesi inilah dibuat Clinical Pathway yang terintegrasi, sehingga patut disebut sebagai Integrated Clinical pathway (ICP)

Dalam kenyataannya saat ini rumah sakit masih belum banyak yang benar benar telah menggunakan ICP sebagai instrumen yang menjadi dasar pelaksanaan pelayanan bagi pasiennya, sehingga timbul kegamangan dan kegalauan dalam menghadapi JKN yang menggunakan sistim pembayaran pre payment system dengan INA-CBG. Oleh karenanya perlu dilakukan soasialisasi yang diikuti dengan pelatihan pembuatan ICP bagi rumah sakit.

Pada pelatihan ini akan dibahas bagaimana keterkaitan pelaksanaan alur klinik terpadu (integrated clinical pathway) yang mengacu pada Panduan Praktik Klinis (PPK) sebagai manifestasi konsep Patient Centered Care (PCC) dengan kendali mutu dan kendali biaya di dalam sebuah rumah sakit, sehingga diharapkan setiap rumah sakit dapat membuatnya.

Dalam Undang undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang rumah sakit ditetapkan kewajiban rumah sakit antara lain ; memberikan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, antidiskriminasi, dan efektif dengan mengutamakan kepentingan pasien sesuai dengan standar pelayanan rumah sakit, dan melaksanakan fungsi social, melaksanakan system rujukan, serta melaksanakan program pemerintah di bidang kesehatan baik secara regional, nasional maupun global.

Memperhatikan kewajiban tersebut maka,rumah sakit harus mengikuti program Akreditasi RS yang menjamin tata kelola rumah sakit yang baik untuk melindungi pasien dari kejadian tidak diharapkan (mutu dan patient safety).Begitu pula Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan BPJS nya mengharuskan pengelolaan rumah sakit yang efisien tanpa mengabaikan mutu dan keselamatan pasien.

Permenkes Nomor 012 tahun 2012 Tentang Akreditasi Rumah Sakit, Pasal 3 menjelaskan bahwa dalam upaya peningkatan, mutu pelayanan rumah sakit dilakukan Akreditasi yang terdiri dari Akreditasi nasional dan Akreditasi internasional. Rumah sakit wajib mengikuti Akreditasi nasional. Dalam upaya meningkatkan daya saing, rumah sakit dapat mengikuti Akreditasi internasional sesuai kemampuan.

Dalam rangka membantu manajemen rumah sakit menghadapi proses Akreditasi rumah sakit ini dimana dalam upaya peningkatan mutu dan patient safety (PMKP) mengharuskan rumah sakit melakukan standarisasi pelayanan yang berfokus pasien (PCC) dan membuat rancangan pelayanan melalui clinical pathway, maka dirasakan perlu membuat pelatihan ini yang akan memungkinkan rumah sakit mempersiapkan Clinical Pathway sesuai kebutuhan.

Tujuan Training Clinical Pathway

  1. Membantu meningkatkan kemampuan manajemen Rumah Sakit dan membuka wawasan kepada Komite Medis, staf medis dan staf manajemen Rumah Sakit dalam memahami dan menyusun PPK dan ICP dalam rangka menyiapkan rumah sakit menghadapi JKN dengan sistim pembayaran Pre Payment System.
  2. Meningkatnya wawasan dan pemahaman Komite Medis dan Komite Keperawatan terhadap Permenkes 1438 tahun 2010, serta meningkatnya kemampuan Komite Medis dan Komite Keperawatan dalam melaksanakan fungsi regulasi pelayanan medis dengan membuat Panduan Praktik Klinis (PPK) dalam rangka persiapan akreditasi rumah sakit.
  3. Meningkatnya wawasan dan pemahaman staf medis dan staf keperawatan dan staf profesional lainnya akan konsep dan pelaksanaan Dokter Penanggung jawab Pelayanan (DPJP) dan Manajer Pelayanan Pasien (MPP)/Case Manager.

Sasaran Training Clinical Pathway

  • Peserta memahami tentang ICP dan standar pelayanan secara konsep dan teknis.
  • Peserta mampu menyusun format ICP untuk 10 diagnosis penyakit di RS masing-masing

Staf Medis dan Staf Keperawatan serta staf Profesional lainnya :

  • Peserta memahami Permenkes 1438 tahun 2010 tentang standar Pelayanan Kedokteran baik konseptual maupun teknis.
  • Peserta memahami dan mampu menyusun Panduan Praktik Klinis (PPK) untuk masing masing profesi.
  • Peserta memahami dan mampu mengintegrasikan PPK masing masing kedalam Integrated  Clinical Pathway (ICP).
  • Peserta memahami dan dapat menerapkan konsep Pelayanan Berfokus Pasien / Patient 
    Centered Care  (PCC)  dengan melaksanakan DPJP dan Manajer Pelayanan Pasien (MPP)/ Case manager.

 MATERI TRAINING Clinical Pathway

  • Clinical Pathway sebagai Kendali Mutu dan Biaya dalam Sistem Pembiayaan BPJS.
  • Clinical Pathway dalam Standar Akreditasi RS versi 2012.
  • Pemahaman konsep Pelayanan Berfokus pasien / Patient Centered Care
  • Peranan rekam medis dalam Pelaksanaan Patient centered care
  • Implementasi Permenkes 1438 tahun 2010, pemahaman tentang PNPK, PPK, Guideline, Protokol, Clinical  Pathway,  standing order.
  • Konsep Pembuatan Clinical pathway
  • Konsep Pembuatan Panduan DPJP dan Case manajer
  • Komponen yang diperlukan dalam pembuatan ICP.
  • Langkah langkah dalam pembuatan ICP di RS
  • Wawasan dan pemahaman tentang Casemix (INA-CBG’s)
  • Latihan pembuatan Panduan Praktek Klinik dan ICP

TRAINER

Tim Konsultan PT. Ganesha Inti Persada

DURASI TRAINING

2 hari (efektif 14 jam)

INVESTASI TRAINING

Rp. 4.500.000,00/peserta (Untuk pembayaran  1 minggu sebelum tanggal pelaksanaan training)

Rp. 4.750.000,00/peserta (Untuk pembayaran  dibayarkan pada saat pelatihan/onsite)

Rp. 5.000.000,00/peserta (Untuk pembayaran  1 minggu setelah tanggal pelaksanaan training)

 FASILITAS

Sertifkat, Modul, Training Kit, Lunch, Coffee Break, diselenggarakan di hotel berbintang

INFORMASI DAN PROMO

021-22830080

0811-996-1224 (WA)

CONTACT PERSON

081296791324 (SMS Center) dan /WA

METODE TRAINING

  • Ceramah
  • Diskusi, tanya jawab.
  • Latihan membuat PPK dan ICP.
  • Presentasi ICP hasil kerja peserta

Peserta agar membawa laptop

PESERTA TRAINING

  • Direktur RS dan jajaran Direksi RS
  • Pemilik RS atau Dewan/Direksi Perusahaan
  • Komite Medis (Ketua dan Pengurus).
  • Staf Medis Rumah Sakit
  • Staf Keperawatan Rumah sakit
  • Staf Profesional lainnya
  • Staf SIM RS

JADWAL TRAINING TAHUN 2021 :

April

  • 22-23 April 2021,Yogyakarta

Mei

  • 4-5 Mei 2021,Jakart
  • 24-25 Mei 2021,Yogyakarta

Juni

  • 2-3 Juni 2021,Jakarta
  • 9-10 Juni 2021,Yogyakarta
  • 17-18 Juni 2021,Bandung
  • 24-25 Juni 2021,Lombok

July

  • 1-2 Juli 2021,Bandung
  • 8-9 Juli 2021,Jakarta
  • 14-15 Juli 2021,Bali
  • 22-23 Juli 2021,Yogyakarta

Agustus

  • 2-3 Agustus 2021,Semarang
  • 11-12 Agustus 2021,Bandung
  • 18-19 Agustus 2021,Yogyakarta
  • 24-25 Agustus 2021, Jakarta

September

  • 1-2 September 2021,Bandung
  • 8-9 September 2021,Yogyakarta
  • 14-15 September 2021,Jakarta
  • 20-21 September 2021,Surabaya

Oktober

  • 4-5 Oktober 2021,Yogyakarta
  • 13-14 Oktober 2021,Jakarta
  • 20-21 Oktober 2021,Bandung
  • 27-28 Oktober 2021,Malang

November

  • 1-2 November 2021,Yogyakarta
  • 8-9 November 2021,Jakarta
  • 15-16 November 2021,Bandung
  • 22-23 November 2021,Bali

Desember

  • 1-2 Desember 2021,Jakarta
  • 8-9 Desember 2021,Bandung
  • 14-15 Desember 2021,Lombok
  • 21-22 Desember2021,Yogyakarta

Training Rekam Medis dan Pengenalan ICD : (22-23 April 2021,Yogyakarta)(28-29 April 2021,Semarang)(4-5 Mei 2021,Jakarta )(24-25 Mei 2021,Yogyakarta)

PENGANTAR TRAINING
Training rekam medis dan pengenalan ICD – 10 – Selain melakukan pencatatan data rekam medis, tenaga perekam medis juga dituntut untuk bisa melakukan analisis data dan menyajikan data dalam bentuk informasi kesehatan yang handal, sehingga bisa menjadi masukan bagi pejabat pengambil keputusan di rumah sakit atau institusi kesehatan yang lainnya. Sehingga dengan hal ini, rekam medis merupakan hal penting dalam pengembangan layanan rumah sakit. Selain hal tersebut, rekam medis juga berfungsi sebagai perlindungan kepentingan hokum baik bagi pasien, tenaga kesehatan maupun institusi pelayanan.

Maka dari itu, kemampuan pengelolaan dengan manajemen yang rapi, pengkodean yang sistematis dan benar, serta update tentang manajemen informasi kesehatan menjadi salah satu syarat utama bagi petugas rekam medis yang handal dan professional.

TUJUAN TRAINING

  • Peserta dapat menyajikan informasi kesehatan yang akurat sehingga bisa menjadi Acuan dalam pengambilan keputusan
  • Untuk meningkatkan kualitas tenaga perekam medis dan kesehatan pada sarana pelayanan kesehatan sehingga mampu melakukan pengumpulan data secara komunikatif
  • Peserta mampu melakukan pendataan secara benar dan nmelakukan analisis sederhana, sehingga dapat menjadi sumber informasi dalam menghasilkan informasi kesehatan yang akurat
  • Peserta mampu mengidentifikasi informasi yang berguna bagi manajemen dari hasil pengolahan rekam medis secara optimal
  • Memahami aspek hokum rekam medis dan Penerapan informed consent di rumah sakit

MATERI TRAINING

  • Pengantar Dasar Manajemen Rekam Medis, meliputi : Proses Identifikasi, Indexing, Filling dan Retrieving
  • Terminologi medis dasar
  • Pengantar ICD – 10
  • Klasifikasi penyakit dan tindakan
  • Pengolahan data dan laporan melalui analisa “Barber Johnson”

Simulasi dan praktek lapangan

TRAINER
Tim Konsultan PT. GANESHA INTI PERSADA

DURASI TRAINING
2 hari (efektif 14 jam)

INVESTASI TRANING

Rp. 4.000.000,00/peserta (Untuk pembayaran  1 minggu sebelum tanggal pelaksanaan training)

Rp. 4.250.000,00/peserta (Untuk pembayaran  dibayarkan pada saat pelatihan/onsite)

Rp. 4.500.000,00/peserta (Untuk pembayaran  1 minggu setelah tanggal pelaksanaan training)

FASILITAS
Sertifkat, Modul, Training Kit, Lunch, Coffee Break, diselenggarakan di hotel berbintang

INFORMASI DAN PROMO
0811-996-1224 (WA)

021-22830080

METODE TRAINING
Metode interaktif, presentasi, diskusi, studi kasus

CONTACT PERSON

0811-996-1224 (WA)

0812-9679-1324 (WA)

JADWAL TRAINING TAHUN 2021 :

April

  • 22-23 April 2021,Yogyakarta
  • 28-29 April 2021,Semarang

Mei

  • 4-5 Mei 2021,Jakarta
  • 24-25 Mei 2021,Yogyakarta

Juni

  • 10-11 Juni 2021,Yogyakata
  • 15-16 Juni 2021,Jakarta
  • 23-24 Juni 2021,Bandung
  • 29-30 Juni 2021,Surabaya

Juli

  • 1-2 Juli 2021,Bandung
  • 12-13 Juli 2021,Yogyakarta
  • 22-23 Juli 2021,Bogor
  • 29-30 Juli 2021,Jakarta

Agustus

  • 12-13 Agustus 2021,Yogyakarta
  • 19-20 Agustus 2021,Bali
  • 25-26 Agustus 2021,Jakarta
  • 30-31 Agustus 2021,Bandung

September

  • 9-10 September 2021,Jakarta
  • 14-15 September 2021,Yogyakarta
  • 20-21 September 2021,Bandung
  • 27-28 September 2021, Lombok

Oktober

  • 9-10 Oktober 2021,Jakarta
  • 16-17 Oktober 2021,Yogyakarta
  • 22-23 Oktober 2021,Surabaya
  • 29-30 Oktober 2021,Bandung

November

  • 9-10 November 2021,Malang
  • 17-18 November 2021,Jakarta
  • 24-25 November 2021,Bandung
  • 29-30 November 2021,Yogyakarta

Desember

  • 9-10 Desember 2021,Bandung
  • 16-17 Desember 2021,Semarang
  • 20-21 Desember 2021,Yogyakarta
  • 28-29 Desember2021,Jakarta

Posts navigation

1 2 3 4 5